Kisah Ahmad Alfarizi: Sukses Berangkat ke Korea Selatan Lewat Program GTOG

Bermimpi untuk  kerja ke Korea bukanlah hal yang mustahil. Setiap tahun, ribuan pemuda Indonesia berangkat ke negeri Ginseng untuk mengadu nasib dan meraih masa depan yang lebih cerah. Salah satunya adalah Ahmad Alfaizi, pemuda asal Kabupaten Cirebon yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk terbang ke Korea Selatan melalui program GTOG (Government to Government).

Pria berusia 25 tahun ini resmi diberangkatkan pada tanggal 9 Maret 2026. Perjalanan panjang yang penuh perjuangan akhirnya membuahkan hasil manis. Kisah Ahmad Alfaizi ini menjadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin mengikuti jejaknya untuk  kerja ke Korea melalui jalur resmi dan terpercaya.

Awal Mula Mimpi ke Korea Selatan

Ahmad Alfaizi bukanlah nama asing di lingkungannya. Sejak lulus SMA, ia sudah menunjukkan ketertarikan besar terhadap dunia kerja di luar negeri. Berbagai informasi tentang peluang kerja ia kumpulkan, termasuk peluang untuk  kerja ke Korea yang kabarnya menjanjikan gaji besar dan pengalaman internasional.

Berbekal tekad yang kuat, Alfaizi mulai mencari informasi tentang program resmi yang memungkinkan warga Indonesia bekerja di Korea Selatan. Pilihannya jatuh pada program GTOG, skema penempatan tenaga kerja Indonesia ke Korea Selatan yang dikelola langsung oleh pemerintah kedua negara. Program ini menawarkan kepastian hukum, perlindungan tenaga kerja, dan gaji yang sesuai dengan standar upah minimum Korea.

“Waktu pertama kali dengar tentang program ini, saya langsung tertarik. Tapi saya sadar, ini tidak mudah. Banyak yang harus dipersiapkan, terutama bahasa Korea,” kenang Alfaizi beberapa saat sebelum keberangkatannya.

 Perjuangan Belajar Bahasa Korea di LPK Ansan

Tantangan terbesar bagi siapa pun yang ingin  kerja ke Korea adalah penguasaan bahasa. Tes kemampuan bahasa Korea atau EPS-TOPIK menjadi gerbang utama yang harus dilewati. Sadar akan hal ini, Alfaizi tidak main-main. Ia mendaftar di LPK Ansan, sebuah lembaga pelatihan kerja yang fokus pada persiapan calon pekerja migran ke Korea Selatan.

Selama berbulan-bulan, Alfaizi menjalani pelatihan intensif. Ia belajar tata bahasa, kosakata, hingga budaya kerja Korea. Hari-harinya diisi dengan menghafal ribuan kata dan berlatih soal-soal EPS-TOPIK. Bukan waktu yang singkat, tapi ia menjalaninya dengan penuh semangat.

“Belajar di LPK Ansan benar-benar membuka mata saya. Selain bahasa, saya juga dibekali pemahaman tentang budaya dan etos kerja orang Korea. Ini penting banget biar nanti nggak kaget pas sudah di sana,” ujar Alfaizi.

Gurunya di LPK Ansan menggambarkan Alfaizi sebagai siswa yang tekun dan pantang menyerah. Ia tak pernah melewatkan satu sesi pelatihan pun dan selalu aktif bertanya. Hasilnya, nilai ujian EPS-TOPIK-nya memuaskan dan namanya masuk dalam daftar peserta yang lolos seleksi administrasi program GTOG.

 Proses Seleksi dan Administrasi yang Panjang

Lolos tes bahasa hanyalah awal. Untuk bisa  kerja ke Korea lewat program GTOG, Alfaizi harus melewati serangkaian tahapan seleksi lainnya. Mulai dari tes keterampilan, pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara dengan calon perusahaan di Korea.

Proses ini memakan waktu berbulan-bulan dan menguji kesabaran. Namun, Alfaizi tetap optimis. Ia terus mempersiapkan diri, menjaga kesehatan, dan memperdalam ilmunya tentang dunia manufaktur Korea karena ia tahu akan ditempatkan di sektor manufaktur.

“Saya nggak mau setengah-setengah. Kalau sudah kepilih, harus kasih yang terbaik. Orang tua juga sudah bangga, masa saya mengecewakan?” katanya sambil tersenyum.

Dukungan keluarga menjadi motivasi terbesarnya. Sang ibu yang awalnya khawatir, akhirnya merestui dan bangga melihat perjuangan putranya. Apalagi setelah mengetahui bahwa program GTOG menjamin perlindungan penuh bagi para pekerjanya.

 Hari yang Dinanti: 9 Maret 2026

Tanggal 9 Maret 2026 menjadi momen paling bersejarah dalam hidup Ahmad Alfaizi. Didampingi keluarga dan para pengajar dari LPK Ansan, ia resmi melepas statusnya sebagai pemuda pengangguran dan bertransformasi menjadi calon tenaga kerja andalan di Korea Selatan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi saksi haru bahagia saat Alfaizi berpamitan. Air mata haru dan doa restu mengiringi langkahnya memasuki ruang keberangkatan. Dalam genggamannya, ia membawa dokumen lengkap, bekal ilmu, dan tekad untuk sukses di negeri orang.

kerja ke Korea | WA 081298483482
Ahmad Alfarizi

“Saya berangkat bukan cuma buat cari uang, tapi buat belajar, buat pengalaman, dan buat masa depan yang lebih baik. Semoga ini jadi awal yang baik,” pesannya singkat sebelum pesawat lepas landas menuju Incheon.

Pesan untuk Generasi Muda Cirebon

Sebagai pemuda asal Kabupaten Cirebon, Ahmad Alfaizi ingin kisahnya bisa menginspirasi banyak orang. Ia percaya bahwa mimpi untuk  kerja ke Korea atau ke negara lain itu bisa diraih asalkan ada kemauan dan persiapan yang matang.

Ia juga berpesan agar calon pekerja migran tidak menggunakan jalur ilegal atau non-prosedural. Program GTOG adalah bukti bahwa pemerintah serius melindungi warganya yang ingin bekerja di luar negeri.

“Jangan takut bermimpi, tapi juga jangan malas bergerak. Cari informasi sebanyak-banyaknya, ikuti program resmi, dan yang paling penting, kuasai bahasanya. Kalau bahasa sudah bisa, setengah jalan sudah kita lewati,” tutupnya.

 Kesimpulan

Kisah Ahmad Alfaizi membuktikan bahwa dengan tekad kuat, persiapan matang, dan dukungan lembaga pelatihan yang tepat, mimpi untuk  kerja ke Korea bisa terwujud. Keberangkatannya pada 9 Maret 2026 melalui program GTOG menjadi awal dari petualangan barunya di negeri ginseng.

Bagi Anda yang juga ingin mengikuti jejak Alfaizi, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Pelajari bahasa Korea, cari LPK terpercaya seperti LPK Ansan, dan daftarkan diri Anda ke program GTOG. Siapa tahu, tahun depan giliran Anda yang terbang ke Korea Selatan. Selamat berkarya di negeri orang, Ahmad Alfaizi! Sukses selalu untuk perjalanan karirmu di Korea Selatan.

error: Di Larang Copas Bro !!